Sabtu, 18 Oktober 2014

KARYA



“SESALKU”


Di saat sepi baru kurasa
Di saat sepi baru kufikir
Di saat sepi baru kuingat
Betapa beruntungnya aku

Di saat sepi baru kurasa
Di saat sepi baru kufikir
Di saat sepi baru kuingat
Betapa bodohnya ketika aku tak bersyukur

Mengapa saat sendiri baru kurasa
Mengapa saat sendiri baru kufikir
Mengapa disaat sendiri baru kuingat
Aku belum bersyukur
Aku belum bersabar
Aku hanya selalu menyatakan ini tidak adil
Padahal engkaulah yang paling adil
Engkau memilihkan waktu  yang sangat tepat
Sering kali aku bertanya kapan?
Tapi,aku menyesal selalu bertanya demikian
Aku baru sadar engkau ingin memilih waktu yang tepat
Maafkan aku yang telah takabur
Maafkan aku yang tidak percaya
Maafkan aku atas semuanya
Kini aku sudah merasakan rencana indahmu
Terimakasih tuhan kau memberiku saat aku butuh bukan di saat aku ingin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar